Sebuah pencarian jati diri. everything happened, just become yourself ^.^
Senin, 28 April 2014
Ma
Malam ini aku belum ingin tidur awal. Ingin ku coba untuk menulis barang sedikit tulisan yang barangkali suatu saat bisa aku kenang dim as ayng akan datang.
Malam ini ingin kuceritakan tentang nenekku. Ide menulis yang tiba-tiba muncul begitu saja ketika sesaat tadi kupandangi jawah renta beliau ketika ku beranjak tidur. Wajah renta yang begitu banyak goresan keriput mewarnai kehidupannya, perjuangannya, dan pengabdiannya menjadi seorang istri, ibu, dan nenek(tentunya bagi ku).
Tulisan ini kupersenbahkan kepada nenekku yang aku saynagidan kuberi judul “nenekku pahlawanku”, sebuah inspirasi dari lagu Walli Band.
Nenek. Siapa beliau? Ya, beliau adalah ibu dari ibu kita, dan kita panggil dengan sebutan nenek. Sedekat apa hubunganmu dnegn nenekmu? Mungkin sebagian besar para cucu tidak terlalu akrab dengan neneknya lantaran mereka jauh dengan neneknya. Lain halnya dengan aku. Aku tumbuh besar disini. Disampaing nenek. Keluargaku tetap tinggal bersama dengn nenekku sehingga hubbungan aku dengan nenek bisa terbilang dekat. Bahkan aku memanggil nenekku dngan sebutan “ma”, ya,sebutan yang biasa dipanggil oleh anak kepada ibunya.
Seperti apa nenek kalian? Nenekku adalah wanita perkasa yang sangat berjasa di dalm hidupku. Jangan bayangkan bahwa nenekku seperti yang di film-film, nenek-nenek yang identik dengan memakai tongkat untuk membantunya berjalan. “Ma”Nenekku bukan nenek-nenek macam itu,nenekku wanita terkuat,terbaggakan di rumahku.
Tak terbaynagkan begitu banyak jasa yang telah nenekkku berikan untuk kami. Ma sebagai tulang punggung keluarganya, bahkan keluargakku. Kenapa?karena aku, cucunya masih menumpang di rumah nenek hingga sekarang aku sudah menjalani studi ku di bangku kuliah. Kakek telah lama tidak dapat mencari nafkah sekitar 10 tahun yang lalu karena kondisi fisiknya yang tidak kuat. Jadi bisa dibayangkan betapa beratnya beban yang dipikul ma selama ini, untuk menghidupi kesepuluh anaknya plus tiga cucunya(aku dan kakak adikku). Berat sekali beban hidupnya.
Malam ini sebelum aku beranjak tidur, kupandangi wajah rentanya sekejap. Terlihat goresan keriput yang terukir di wajah renta beliau. Di wajah tersebut terukir berbagai perjuangan yang telah dan masih beliau jalani sampai sekarang. Terbayang masa dimana ketika aku masih kecil dengan belaian lembautnya menggendongku dan memanjakanku. Akupun sering diajak pergi walau hanya sekedar ke rumah saudara bersama kakek. Terdengar harapan dari mulutnya agar cucunya ini menjadi kebanggan keluarga dan menjadi orang yang bermanfaat bagi nsekitarnya.
Sungguh Terkadang diri ini ingin membalas kebaikan beliau, namun apa daya yang bisa kulakukan, aku belum mempunyai apa-apa yang bisa kuberikan untuk nenekku. Hanyauntaian doa yang bisa kkupanjatkan kepada sang pemberi hidup agar ma selalu diberi kesehatan dan umur yang barakah. Amin. Semoga aku bisa menjadi cucu yang bisa membanggakan beliau.
Walau terdapat beribu-ribu nenek di luar sana, namun kau lah nenek terbaik yang telah Allah berikan kepadaku. Trimakasih ma, kau mengajariku arti hidup dan kehidupan yang penuh dengan perjuanagn dan pengorbanan untuk orang-oarag yang kita sayangi. Semoga aku pun dapat menjadi nenek yang tegar,tabah, dan membanggakan sepertimu. Ttrimakasih ma. Evi sayang ma.
Keperkenalkan pada kalian, beliaulah nenekku tercinta ^.^……..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Make your own Glitter Graphics
Make your Stick Figure Family at FreeFlashToys.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar