Selasa, 04 November 2014

Aku Sudah S.Pd

Aku sudah S.Pd

4tahun lamanya
Hari ini aku sendiri. Masih sama seperti kemarin dan tiga hari yg lalu, ketika kuniatkan hati dan raga ini melangkah meninggalkan rumah 'ema, rumah yg raga dan jiwaku telah menyatu disana. Namun apapun yg terjadi, life must go on. Ya, hidup harus terus berjalan walaupun kita tidak nyaman dengan keadaan yg ada. Itung itung adaptasi, penyesuaian diri di zona nyaman yg baru. Memang tidak enak rasana ketika ada satu atau dua anggota keluarga yg berbeda prinsip. Kekokohan tebing seolah hancur tersapu ombak. Mungkin karena ombaknya yg terlalu besar sehingga tebing tak kiat lagi berdiri. Atau mungkin saja sang tebing infin mencari pengalaman baru menjadi batu batuan yg lebih kecil saja, entahlah. Sang tebing mungkin masih mencari jati diri siapa ia sesungguhnya. Sang tebing masih mencari tanah yg mana yang paling ia bisa menikmati indahnya laut tanpa diterjang ombak. Ya.... doakan semoga sang tebing mampu bersinggah di bumi Allah yg maha indah ini. *pelor, 07.30 Rabu, 5 nov 201

Senin, 28 April 2014

Ma

Malam ini aku belum ingin tidur awal. Ingin ku coba untuk menulis barang sedikit tulisan yang barangkali suatu saat bisa aku kenang dim as ayng akan datang. Malam ini ingin kuceritakan tentang nenekku. Ide menulis yang tiba-tiba muncul begitu saja ketika sesaat tadi kupandangi jawah renta beliau ketika ku beranjak tidur. Wajah renta yang begitu banyak goresan keriput mewarnai kehidupannya, perjuangannya, dan pengabdiannya menjadi seorang istri, ibu, dan nenek(tentunya bagi ku). Tulisan ini kupersenbahkan kepada nenekku yang aku saynagidan kuberi judul “nenekku pahlawanku”, sebuah inspirasi dari lagu Walli Band. Nenek. Siapa beliau? Ya, beliau adalah ibu dari ibu kita, dan kita panggil dengan sebutan nenek. Sedekat apa hubunganmu dnegn nenekmu? Mungkin sebagian besar para cucu tidak terlalu akrab dengan neneknya lantaran mereka jauh dengan neneknya. Lain halnya dengan aku. Aku tumbuh besar disini. Disampaing nenek. Keluargaku tetap tinggal bersama dengn nenekku sehingga hubbungan aku dengan nenek bisa terbilang dekat. Bahkan aku memanggil nenekku dngan sebutan “ma”, ya,sebutan yang biasa dipanggil oleh anak kepada ibunya. Seperti apa nenek kalian? Nenekku adalah wanita perkasa yang sangat berjasa di dalm hidupku. Jangan bayangkan bahwa nenekku seperti yang di film-film, nenek-nenek yang identik dengan memakai tongkat untuk membantunya berjalan. “Ma”Nenekku bukan nenek-nenek macam itu,nenekku wanita terkuat,terbaggakan di rumahku. Tak terbaynagkan begitu banyak jasa yang telah nenekkku berikan untuk kami. Ma sebagai tulang punggung keluarganya, bahkan keluargakku. Kenapa?karena aku, cucunya masih menumpang di rumah nenek hingga sekarang aku sudah menjalani studi ku di bangku kuliah. Kakek telah lama tidak dapat mencari nafkah sekitar 10 tahun yang lalu karena kondisi fisiknya yang tidak kuat. Jadi bisa dibayangkan betapa beratnya beban yang dipikul ma selama ini, untuk menghidupi kesepuluh anaknya plus tiga cucunya(aku dan kakak adikku). Berat sekali beban hidupnya. Malam ini sebelum aku beranjak tidur, kupandangi wajah rentanya sekejap. Terlihat goresan keriput yang terukir di wajah renta beliau. Di wajah tersebut terukir berbagai perjuangan yang telah dan masih beliau jalani sampai sekarang. Terbayang masa dimana ketika aku masih kecil dengan belaian lembautnya menggendongku dan memanjakanku. Akupun sering diajak pergi walau hanya sekedar ke rumah saudara bersama kakek. Terdengar harapan dari mulutnya agar cucunya ini menjadi kebanggan keluarga dan menjadi orang yang bermanfaat bagi nsekitarnya. Sungguh Terkadang diri ini ingin membalas kebaikan beliau, namun apa daya yang bisa kulakukan, aku belum mempunyai apa-apa yang bisa kuberikan untuk nenekku. Hanyauntaian doa yang bisa kkupanjatkan kepada sang pemberi hidup agar ma selalu diberi kesehatan dan umur yang barakah. Amin. Semoga aku bisa menjadi cucu yang bisa membanggakan beliau. Walau terdapat beribu-ribu nenek di luar sana, namun kau lah nenek terbaik yang telah Allah berikan kepadaku. Trimakasih ma, kau mengajariku arti hidup dan kehidupan yang penuh dengan perjuanagn dan pengorbanan untuk orang-oarag yang kita sayangi. Semoga aku pun dapat menjadi nenek yang tegar,tabah, dan membanggakan sepertimu. Ttrimakasih ma. Evi sayang ma.
Keperkenalkan pada kalian, beliaulah nenekku tercinta ^.^……..

Apa kabar sahabatku?

apa kabar sahabatku? bagaimana keadaanmu? sehatkah? kita memang sudah terbilang lama tidak sms an sudah lama pula kita tidak bertemu di kampus, padahal kita masih berstatus sebagai mahasiswa. ya, mungkin karena status mahasiswa tingkat akhir yang masih melekat pada kita sehingga kita tidak bisa lagi meluangkan waktu seperti dulu lagi. kalian masih ingat dengan foto kita itu? foto itu kita ambil sekitar 1,5tahun yang lalu ketika kita KKL di Bali. senag rasanya bisa bareng-bareng kalian terus, 1 hotel bareng, kemana-mana bareng, foto-foto bareng, shopping2 bareng, pokoknya semuanya serba bareng. aku kangen kalian ketika kita seperti itu, sahabat. kita AN.jells yang selalu bareng kemana-mana. pas di kampus bareng. ke kantin bareng. duduk pas kuliah ya bereng. ke Rita bareng, ke Pantai bareng, main-main bareng, semua serba bareng. aku bareng kalian terus selama hampir 4 tahun kita kuliah. tapi selama skripsi ini melanda kesibukan kita, kita seperti loose contact. tadi siang aku membaca sebuah artikelnya pak berlian, kalo ngga salah beliau bilang gini. di usia 20an, seseorang pasti akan merasakan sahabat-sahabatnya hilang satu persatu. apa ini juga yang terjadi dengan kalian? aku harap tidak, sahabat. semoga kalian tetap mengingat momen-momen kebersamaan kita dulu. mungkin ini hanya ungkapan kesepianku saja yang hanya terbebani skripsi sehingga aku butuh sosk untuk bercerita, aku butuh sahabat-sahabatku yang seperti dulu lagi. ku harap pertnyaanku di awal tulisan ini, dapat kalian jawab dengan bahagia. bahwa kalian sehat. kalian baik-baik saja. salam rindu buat sahabat A.N. Jells evi

Kamis, 24 April 2014

puisi kartini tahun lalu

Puisi ini puisi tahun lalu buat menyambut hari kartini, bertepatan dengan adanya acara di kampus guna memperingati hari kartini (tapi lupa nama acaranya apa). nah pas itu posisiku sedang ikut makrab kelas yang diadakan di Guci, objek wisata terhits di kotaku tercinta, Tegal. kemudian adikelasku minta dibuatain puisi mengenang kartini, katanya buat pemilihan kartini kartono kampus (haduuuhhh... kartini nya sih oke, tapi kartono nya mekso banget :) akhirnya langsung capcus saya buatkan puisi buat si uje deh,, eeiitss,, bukan usttad jefri yah, heee Buat uje nih, barangkali bisa jadi refrensi baca puisinya.. Semangat yahhh!!! ^_^ Tunjukkan kamu bisa, up up up ! ! ! Mba menyemangatimu dari guci. heee YANG ABADI DI PELATARAN WAKTU Karya ku :D Ku tulis dengan cinta, untukmu wahai pahlawan perintis peradaban pendidikan, R.A KARTINI Kau laksana intan permata, Membawa cahaya intelektual bagi kami cendekiawan negri. Kau rintis tapak demi tapak jalan terang, Menuntun kami menuju gerbang edukasi. Secercah asa kau tanamkan Di atas bumi jiwa-jiwa muda penyongsong masa depan Kau sebar benih-benih ilmu nan agung Kau pupuk hati kami untuk percaya, Bahwa pendidikan patut kami dapatkan Perjuanganmu,.. Ditempa badai penjajahan maha berat, Dihantam gelombang kungkungan pemikiran jahiliah, Tertutupi gelapnya awan penyiksaan.. Dan sekarang… Kau telah berhasil. Kau telah membawa negri ini hijrah Hijrah dari gelapnya bayang-bayang kungkungan kebodohan menuju benderangnya bahtera ilmu Kami telah memetik buah perjuanganmu, wahai pahlawan perintis pendidikan Duhai pahlawaaan… Terimakasih atas sgala jasamu, Atas sgala pengorbananmu, Atas segala dedikasimu Engkalulah pahlawan wanita perintis ilmu Yang kan abadi di pelataran waktu.

Glitter Text
Make your own Glitter Graphics